Tampilkan postingan dengan label design pattern. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label design pattern. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2008

Static Keyword di PHP5

Dengan mendefinisikan sebuah property ataupun method menggunakan kata-kata static, kita dapat mengakses property atau method tersebut tanpa melakukan inisiasi terhadap class yang mendefinisikannya. Dari dokumentasi mengenai static keyword di PHP5, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Deklarasi kata static harus setelah deklarasi dari visibility, contoh

public static $data;

BUKAN

static public $data;

Jika tidak ada deklarasi visibility, maka property atau method tersebut akan dianggap public.

2. Karena static method dapat dipanggil tanpa melakukan instansiasi dari object, maka penggunaan kata '$this' tidak berlaku untuk method yang menggunakan deklarasi static.

3. Static property tidak dapat diakses menggunaan operator tanda panah (->), tetapi static method dapat diakses dengan operator tanda panah.

Sekarang kita melihat contoh dari property dan method yang bersifat static:

class MyClass {

public static $data = 5;
public $id;

public function setData($data) {
self::$data = $data;
}

public function getData() {
return self::$data;
}

public function setId($id) {
$this->id = $id;
}

public function getID() {
return $this->id;
}

public static function staticGetData() {
return self::$data;
}
}


Dengan class di atas, kode-kode di bawah ini dapat dilakukan:

echo MyClass::$data; // Mengeluarkan angka 5, tidak perlu melakukan intansiasi class
echo MyClass::staticGetData() // Mengeluarkan angka 5, tidak perlu melakukan intansiasi class

$x = new MyClass();
$x->setId(3);

echo $x->getId(); // Mengeluarkan angka 3, harus melakukan instansiasi sebelum dipanggil
echo $x->getData(); // Mengeluarkan angka 5, harus melakukan instansiasi sebelum dipanggil


Nah, sekarang beberapa contoh yang menarik untuk meningkatkan pemahaman terhadap pengaruh static deklarasi terhadap property di class:

$x = new MyClass();
$x->setId(3);
$x->setData(12);

// Print out nilai di X
echo 'Nilai id di $x: ' . $x->getId() . ' -- nilai data di $x: ' . $x->getData() . '<br/>';

$y = new MyClass();
$y->setId(8);
$y->setData(30);

// Print out nilai di Y
echo 'Nilai id di $y: ' . $y->getId() . ' -- nilai data di $y: ' . $y->getData() . '<br/>';

// Sekarang kita coba lagi dengan nilai di X
echo 'Nilai id di $x: ' . $x->getId() . ' -- nilai data di $x: ' . $x->getData() . '<br/>';


Perhatikan baik-baik nilai yang dihasilkan, terutama nilai X di pemanggilan kedua dibandingkan dengan nilai Y. Dengan deklarasi static, property $data di X dan di Y merupakan dua hal yang sama. Perubahan di satu tempat akan merubah hal yang lain. Lalu, apa bagusnya hal tersebut?

Beberapa hal yang dapat dilakukan dengan deklarasi static:
1. Melakukan Singleton Pattern dimana sepanjang proses hanya terdapat satu instance dari class yang kita inginkan.

2. Menggantikan $_GLOBAL variable. Karena kita bisa mengakses property static tersebut dari mana saja, kita bisa menggunakannya untuk menggantikan $_GLOBAL variable. Kelebihannya adalah kita mempunyai namespace karena property didefinisikan di dalam class. Artinya, kita bisa memiliki dua buah property static yang bernama $data di dua class yang berbeda dan tidak perlu khawatir saling bertabrakan. Contoh:

class NumberOne {
public static $data = 3;
}

class NumberTwo {
public static $data = 'test';
}

echo "Value number one: " . NumberOne::$data;
echo "Value number two: " . NumberTwo::$data;


Semoga dapat menambah pengetahuan.

Rabu, 19 November 2008

Front Controller Pattern

Mengapa kita membutuhkan pattern ini?

Ketika sebuah aplikasi menangani permintaan service melalui titik masuk yang berbeda-beda, akan sangan sulit tentunya untuk menghindari duplikasi yang terjadi dalam programmnya. Sebagai contoh, ketika kita membutuhkan autentikasi terhadap user, maka proses autentikasi tersebut harus kita pastikan terjadi di berbagai titik masuk dari aplikasi kita. Jika ada titik masuk yang terlupa, tidak dilakukan autentikasi, aplikasi kita dapat diakses tanpa ada autentikasi. Masalahnya akan lebih besar lagi ketika kita harus melakukan perubahan terhadap proses autentikasi tersebut. Perubahan yang dibutuhkan, mau tidak mau, harus dilakukan di setiap titik yang membutuhkan autentikasi itu sendiri. Dengan cara ini, akan terdapat kemungkinan dimana beberapa bagian dari program kita terlupakan untuk diupdate. Tentunya kita dapat membuat library atau fungsi yang digunakan bersama-sama untuk menangani proses autentikasi tersebut, tetapi kita tetap harus memanggil fungsi tersebut dari beberapa titik masuk aplikasi kita.

Permasalahan besar juga terjadi ketika kita harus menangani aplikasi yang memiliki alur penampilan (View) yang berbeda-beda. Untuk sistem yang kompleks, tampilan yang dikirimkan ke pengguna mungkin dibentuk oleh beberapa bagian yang berbeda, tergantung pada hasil berbagai proses di dalam aplikasi. Belum lagi jika bagian-bagian dari tampilan tersebut dapat digunakan dengan cara yang berbeda-beda. Ketika kita memiliki titik masuk yang banyak ke dalam aplikasi, mememecahkan proses penampilan tersebut menjadi pekerjaan yang tidak mudah untuk dilakukan.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, kita dapat menggunakan pattern yang disebut sebagai Front Controller Pattern. Pattern ini menyediakan satu titik masuk bagi keseluruhan aplikasi kita. Kemudian, Front Controller akan melakukan pemrosesan untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap permintaan yang terjadi. Dengan cara ini, kita dapat menambahkan fungsi-fungsi seperti autentikasi, inisialisasi, penentuan bahasa atau theme di satu tempat dan mendapatkan hasilnya di seluruh bagian dari aplikasi kita.

Implementasi

Di sini kita akan membahas mengenai Front Controller Pattern dengan PHP. Yang kita butuhkan adalah sebuah class yang akan menerima request dari client dan kemudian berdasarkan request tersebut menentukan hal apa atau siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan proses selanjutnya. Contoh dari controller tersebut dapat dilihat di potongan class di bawah.


class FrontController {
private $applicationHelper;

private function __construct() {}

static function run() {
$instance = new self();
$instance->init();
$instance->handleRequest();
}

function init() {
$applicationHelper = ApplicationHelper::getInstance();
$applicationHelper->init();
}

function handleRequest() {
$request = new Request();
$router = new Router();
$cmd = $router->resolve($request);

$cmd->execute( $request );
}
}


Ternyata tidak terlalu sulit menerapkan Front Controller Pattern di PHP. Tentunya akan lebih terasa manfaatnya jika kita menambahkan beberapa helper class yang akan membantu dalam tugas-tugas seperti autentikasi dll. Untuk menggunakan class di atas, di awal aplikasi (misal: index.php) kita dapat melakukan pemanggilan:

require_once 'FrontController.php';
FrontController::run();


Mulai sekarang, semua request ke aplikasi kita akan ditangani oleh FrontController dan diteruskan ke pihak-pihak yang berwenang :) . Detail dari beberapa bagian di FrontController tersebut akan saya bahas di tulisan berikutnya.