Tampilkan postingan dengan label unit test. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unit test. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 November 2008

Lakukan Test Terhadap Program Anda

Dapat dikatakan bahwa "melakukan test terhadap kode program" merupakan salah satu kebiasaan yang paling penting dalam melakukan pembuatan program. Dengan testing yang baik, kita akan mendapatkan keleluasaan dalam pembuatan program.

Kedengarannya seperti suatu kesimpulan yang aneh. Kemungkinan kita akan berfikir, bahwa testing merupakan halangan bagi keleluasaan pembuatan program. Tapi jika kita dapat melihat bahwa sebuah test yang baik terhadap method-method public di dalam sebuah class akan membuat kita bebas untuk merubah implementasi dari method public tersebut. Kita tidak perlu takut lagi bahwa perubahan yang dilakukan akan menyebabkan kita harus merubah atau lebih parah merusak keseluruhan program kita.

Selama kita dapat melewati Unit Test yang telah dibuat untuk method-method yang public, artinya method public kita memiliki parameter dan menghasilkan keluaran seperti yang diharapkan dalam test, kita dapat yakin bahwa keseluruhan program kita dapat tetap berjalan dengan lancar.

Memastikan bahwa keseluruhan program kita dapat berjalan dengan baik hanya merupakan tujuan pertama dari dilakukannya test. Beberapa hal lain yang kita bisa harapkan dengan adanya test secara menyeluruh terhadap program kita adalah:
  1. Testing memaksa kita membuat program yang dapat dengan mudah ditest. Ketika kita membuat sebuah method, kita akan selalu berfikir bagaimana kita akan melakukan test dengan menyeluruh terhadap method kita tersebut. Hal ini membawa kita untuk melakukan perubahan-perubahan di method dan tentunya keseluruhan program yang kita buat. Hasilnya adalah bagian-bagian program yang tidak saling terikat ('loose coupling'), fleksible dan lebih modular. Dengan begitu, perubahan terhadap program di kemudian hari dapat dilakukan dengan lebih mudah.
  2. Penulisan test mendorong kita untuk fokus dan mendefinisikan dengan jelas harapan kita terhadap bagaimana seharusnya program kita bekerja. Kita akan mendefinisikan dengan jelas, jika parameter A dimasukan, maka nilai B akan dihasilkan dan seterusnya. Setelah melihat harapan kita tentang keluaran dengan berbagai masukan, selanjutnya kita akan memikirkan mengenai kemungkinan-kemungkinan input yang akan diterima oleh program kita dan kemungkinan-kemungkinan keluarannya, yang mungkin berada di luar nilai sewajarnya. Dari situ kita akan harus mengambil keputusan mengenai bagaimana kita akan menanggulanginya. Hal ini mendorong kita untuk membuat program yang lebih fleksibel terhadap masukan dan menghindari kesalahan yang dapat menghentikan jalannya program secara keseluruhan.
  3. Dengan test case yang kita miliki, orang lain dapat melihat tujuan dibuatnya method yang kita test, berikut pula cara pemakaiannya. Dengan begitu, test dapat dijadikan sebagai dokumentasi yang jelas dari program yang kita bangun. Dan, pada point 1, karena kita akan cendrung membuat method kita mudah untuk ditest dan simple, maka tentunya akan memudahkan orang lain memahami mengenai keseluruhan program yang kita tulis.
Saya berharap dengan argumentasi di atas membuat penulisan Unit Test menjadi suatu hal yang menarik untuk dilakukan karena keuntungannya akan melebihi harapan awal anda. Selain itu, untuk mulai melakukan Unit testing di PHP bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan.

Selasa, 25 November 2008

Unit Testing di PHP (Bagian 2 Test Pertama)

Dalam tulisan sebelumnya, saya telah menjelaskan cara untuk melakukan instalasi PHPUnit. Berikutnya kita akan mulai membuat unit test menggunakan PHPUnit untuk aplikasi yang kita bangun. Sebelum kita mulai dengan test, mari kita buat dasar dari class yang akan kita test,

<?php

class Calculator {

public function add($a, $b) {
return 5;
}
}

Simpan ke dalam file dengan nama 'Calculator.php'. Kemudian, kita lanjutkan dengan membuat bentuk dasar dari test class kita. Sebuah test yang menggunakan PHPUnit memiliki bentuk dasar sebagai berikut:

<?php

require_once 'Calculator.php';
require_once 'PHPUnit/Framework.php';

class CalculatorTest extends PHPUnit_Framework_TestCase {

protected function setUp() {

}

protected function tearDown() {

}

public function testAdd() {

}
}

Tentunya kita mengikutsertakan file 'Calculator.php' karena kita akan membuat unit test untuk class tersebut. Anda dapat mengubah bagian tersebut sesuai dengan class yang ingin anda buatkan testnya.

Beberapa hal yang perlu dijelaskan adalah, test class harus melakukan extends terhadap PHPUnit_Framework_TestCase. Selain itu, masing-masing test method yang akan dijalankan, HARUS memiliki nama yang dimulai dengan kata 'test' dan bersifat public. Pada contoh di atas, method 'testAdd' merupakan salah satu method yang akan melakukan test. Tinggal dua method lagi yang belum dijelaskan, yaitu 'setUp' dan 'tearDown'.

Method dengan nama 'setUp' dan 'tearDown' merupakan method yang akan dijalankan setiap kali test method kita dijalankan. 'setUp' dijalankan sebelum masing-masing test method dan 'tearDown' dijalankan setelah masing-masing test method. Jadi, jika kita memiliki dua buah test method, misalnya 'testMethodSatu' dan 'testMethodDua', maka urutan dijalakannya method-method adalah:

  • setUp

  • testMethodSatu

  • tearDown

  • setUp

  • testMethodDua

  • tearDown


  • 'setUp' dapat digunakan untuk melakukan inisialisasi yang diperlukan sebelum sebuah test dijalankan, misalnya mempersiapkan data, membuat object yang dibutuhkan atau koneksi ke database. 'tearDown' dapat digunakan untuk melakukan pembersihan terhadap hasil proses test, misalnya menghapus file yang dibuat dalam test, menghapus data yang dimasukkan ke dalam database dan lain sebagainya. Dengan cara ini kita dapat memastikan method test selalu dijalankan dengan kondisi lingkungan yang tetap.

    Mari kita mulai membuat unit test kita. Saya hanya menampilkan potongan dari file 'CalculatorTest.php' di bawah ini:

    class CalculatorTest extends PHPUnit_Framework_TestCase {

    private $calculator;

    protected function setUp() {
    /* Kita membuat object calculator karena selalu dibutuhkan
    * dalam setiap test kita.
    */
    $this->calculator = new Calculator();
    }

    protected function tearDown() {

    }

    public function testAdd() {
    /* Pastikan hasil method add di calculator sesuai */
    $this->assertEquals(5, $this->calculator->add(2, 3));
    }
    }


    Di method setUp kita mempersiapkan sebuah object dari Calculator karena akan selalu dipergunakan dalam setiap test kita. Kemudian dalam method 'testAdd' kita melakukan pemanggilan terhadap $this->assertEquals . Method ini merupakan method yang disediakan oleh PHPUnit yang melakukan pengetasan apakah parameter pertama, sama dengan parameter kedua. Dalam contoh di atas, apakah 5 sama dengan hasil dari $this->calculator->add(2, 3). PHPUnit menyediakan beberapa fungsi 'assert' yang dapat digunakan untuk keperluan unit test yang berbeda.

    Saya mencoba untuk membuat test terlebih dahulu sebelum melakukan implementasi ke dalam class Calculator sendiri. Setelah test selesai dibuat, implementasi di dalam class dapat dibuat untuk melewati test yang ada. Pada saat ini jika kita menjalankan test, tentunya akan gagal. Coba lakukan perintah berikut:

    phpunit CalculatorTest

    Akan terjadi error karena kita belum memiliki method add di class Calculator. Mari kita lanjutkan dengan membuat method add. Kita membuat method hanya untuk melewati test yang telah dibuat.

    class Calculator {

    public function add($a, $b) {
    return 5;
    }
    }

    jika kita menjalankan phpunit kembali seperti perintah sebelumnya, test kita akan berhasil sekarang. Tetapi method add kita belum selesai. Tambahkan assertion lagi ke dalam unit test untuk memastikannya.

    public function testAdd() {
    /* Pastikan hasil method add di calculator sesuai */
    $this->assertEquals(5, $this->calculator->add(2, 3));

    /* Coba dengan nilai berbeda */
    $this->assertEquals(23, $this->calculator->add(15, 8));
    }

    Jika test dijalankan maka akan gagal kembali dengan pesan:

    'Failed asserting that <integer:5> matches expected value <integer:23>'
    /blog/CalculatorTest.php:20

    Hasil tersebut mengatakan bahwa, pada baris nomor 20 (di program saya nomor 20, lihat hasil dari test anda) terjadi perbedaan nilai, dimana yang diharapkan adalah 23 dan nilai hasil adalah 5. Hal tersebut terjadi karena method add kita selalu mengembalikan nilai 5. Mari kita ubah method tersebut:

    class Calculator {

    public function add($a, $b) {
    return $a + $b;
    }
    }

    Jalankan kembali test untuk melihat hasilnya.

    Coba tambahkan test dengan angka yang berbeda lagi, dan coba lihat hasilnya. Jika sudah berhasil, kita dapat membuat unit test dengan memasukkan nilai yang bukan angka sebagai parameter. Coba masukkan string, null ataupun array. Bagaimana hasilnya? Apakah terjadi error? Apakah hasilnya seperti yang kita inginkan?

    Ternyata membuat unit test menggunakan PHPUnit tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Pada tulisan berikutnya saya akan menerangkan mengenai cara untuk melakukan unit test untuk memastikan bahwa sebuah error telah terjadi.

    Senin, 24 November 2008

    Unit Testing di PHP (Bagian 1 Instalasi)

    Sejalan dengan berkembangnya Object Oriented di PHP, penggunaan Testing Framework menjadi hal yang semakin banyak dibicarakan. Selain itu, PHP juga telah berkembang dari sekedar menambahkan efek dinamis di sebuah website kecil, menjadi bahasa pemrogramman aplikasi besar yang perlu memperhatikan ketepatan jalannya sebuah logika aplikasi. Dengan melakukan test yang menyeluruh, kita dapat memastikan ketepatan dari aplikasi yang kita bangun, seperti yang dijelaskan pada blog mengenai keuntungan melakukan test. Melihat hal tersebut, kita sebagai pembangun aplikasi di PHP harus sesegera mungkin mempelajari Testing Framework yang dapat membantu dalam pembangunan aplikasi.

    Salah satu testing framework yang sering digunakan untuk melakukan Unit Testing di PHP adalah PHPunit. PHPunit merupakan bagian dari xUnit Testing Framework yang memudahkan penulisan testing dan menganalisa hasil dari test yang dilakukan. Instalasi PHPunit sendiri sangat mudah karena menggunakan bantuan PEAR installer dalam menjalankannya. Berikut cara instalasi PHPunit menggunakan PEAR installer.

    Pertama-tama kita perlu mendaftarkan PEAR channel yang digunakan untuk mendistribusi PHPunit. Hal ini dilakukan dengan memberikan perintah:

    pear channel-discover pear.phpunit.de

    Setelah hal tersebut dijalankan, instalasi dapat dilakukan dengan:

    pear install phpunit/PHPUnit


    Setelah instalasi selesi, kita dapat menemukan file source PHPUnit di tempat kita meletakkan PEAR package. Hal ini tergantung distribusi PHP anda. Ada baiknya kita menambahkan directory tempat phpunit ke dalam PATH sehingga kita bisa memanggil program tersebut dari mana saja. Untuk memastikan instalasi berhasil, coba jalankan perintah berikut:

    phpunit --version

    akan keluar versi dari phpunit yang terinstall di tempat anda. Sekarang, kita tinggal membuat Unit Test yang sesuai dengan aplikasi yang kita bangun dan memanggil phpunit untuk menjalankannya. Bagaimana cara membuat unit test pertama anda, dengan menggunakan PHPUnit, akan dijelaskan pada tulisan berikutnya.